Judul : A Love Prayer (A Bilingual Poetry Book, Indonesian-English)
Oleh : Drs. Abdul Kadir Ibrahim, MT
Translated : Narudin
Jumlah Hal : xii + 56 halaman
Ukuran : 14 x 21 Cm
Terbit Pertama : 2024
Desain Cover : Ferzilupiansyah
Layout Isi : @jim
Target Pembaca : Umum
Subjek : Sastra
Penerbit : Milaz Grafika
Pengantar:
PUISI ADALAH PUNCAK DARI PENAFSIRAN
Oleh:
Cecep Syamsul Hari
Saya mengenal nama Abdul Kadir Ibrahim sejak saya masih bekerja sebagai redaktur Majalah Sastra Horison (2000-2014). Namun, kami baru bertemu secara langsung pada tahun 2017 di Jakarta pada acara Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia Tenggara (SAKAT). Beberapa tahun setelah itu, kami bertemu lagi pada acara Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (MUNSI) III yang juga berlangsung di Jakarta. Pada kedua pertemuan itu, ia memberi saya hadiah banyak sekali buku. Sampai hari ini saya sangat bersyukur atas hadiah itu. Kesan pertama saya ketika pertama kali bertemu dengan sastrawan yang tumbuh besar dalam tradisi Islam dan akar Melayu ini adalah ia seorang sastrawan yang tekun. Ketekunannya sebagai sastrawan tercermin dalam karya-karya sastra yang ditulisnya.
Pada saat mengungkapkan pikiran, pengalaman, dan perasaan-nya ke dalam puisi, penyair pada saat yang bersamaan pada hakikatnya sedang membentuk ulang dan menafsirkan kata. Kata bukanlah sekadar rangkaian huruf atau unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan. Kata adalah bunyi, musik, isyarat, makna, komunikasi, simbol. Penyair menafsirkan kata dan mengubahnya menjadi puisi. Puisi adalah puncak dari penafsiran kata, seperti yang dapat kita rasakan dalam sajak “Jalan Sunyi” Abdul Kadir Ibrahim. Memahami kata sunyi sebagai jalan adalah pintu masuk bagi kita, sebagai pembaca, untuk memahami sajak-sajak Abdul Kadir Ibrahim dalam buku kumpulan puisi ini.
Selain puisi, ia juga menulis cerita pendek, novel dan esai. Abdul Kadir Ibrahim menulis karya puisi dan prosa dengan ketelatenan yang luar biasa dalam menggali warna lokal dan mendayagunakan bahasa Indonesia yang berakar pada tradisi Melayu. Pada hemat saya, karya-karya Abdul Kadir Ibrahim, sudah sangat pantas dibaca oleh kalangan yang lebih luas di luar negeri. Secara pribadi saya berharap, semua bukunya dapat segera diterbitkan dalam bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya.
Saya bahagia dan menyambut baik penerbitan buku puisi bilingual
(Indonesia-Inggris) Abdul Kadir Ibrahim berjudul A Love Prayer ini. Para pembaca sastra Indonesia dari English language countries saya yakin akan menyambut baik terbitnya buku puisi ini. v Cecep Syamsul Hari, penyair, penulis esai, penerjemah.












